Banyak yang mikir simple tense itu gampang karena ada kata “simple”-nya. Padahal kenyataannya… nggak sesimpel itu, bestie 😅
Simple present, simple past, sampai simple future sering bikin kepleset, apalagi kalau konteks kalimatnya berubah.
Contohnya simple present. Kelihatannya cuma pakai verb 1, tapi giliran ketemu he, she, it, langsung muncul drama verb + s/es. Belum lagi bedain kapan buat kebiasaan, fakta, atau jadwal. Salah konteks dikit, artinya bisa beda jauh.
Simple past juga sama. Tinggal pakai verb 2? Eits, jangan senang dulu. Verb irregular siap bikin pusing kalau belum hafal. Salah bentuk kata kerja, dosen atau guru langsung pasang tatapan “hmm”.
Intinya, tenses simple itu fondasi, tapi fondasi yang harus benar-benar paham. Kalau cuma hafal rumus tanpa ngerti fungsi, ya bakal sering salah. Jadi santai tapi fokus—pelan-pelan, asal konsisten, tenses bakal terasa lebih masuk akal